Interview kerja adalah momen krusial yang menentukan apakah kamu akan mendapat pekerjaan atau tidak. Sayangnya banyak kandidat yang melakukan kesalahan tanpa disadari sehingga gagal meskipun CV mereka bagus. Berikut tujuh kesalahan yang paling sering terjadi.

Datang Terlambat Tanpa Konfirmasi
Keterlambatan adalah kesan pertama terburuk yang bisa kamu berikan. HRD langsung menilai kamu tidak disiplin dan tidak menghargai waktu mereka. Idealnya datang 15 sampai 20 menit sebelum jadwal interview.
Kalau memang tidak bisa menghindari keterlambatan karena situasi darurat, hubungi pihak perusahaan sesegera mungkin untuk mengkonfirmasi. Lebih baik jujur dan meminta reschedule daripada datang sangat terlambat tanpa kabar.
Tidak Melakukan Riset Tentang Perusahaan
Ketika interviewer bertanya apa yang kamu ketahui tentang perusahaan kami dan kamu tidak bisa menjawab, itu tanda bahwa kamu tidak serius dengan lamaran ini. Sebelum interview, pelajari profil perusahaan, produk atau layanan mereka, visi misi, dan berita terkini tentang perusahaan tersebut.
Informasi ini bisa kamu dapatkan dari website resmi perusahaan, LinkedIn, dan berita online. Menunjukkan bahwa kamu paham tentang perusahaan akan memberikan kesan positif yang kuat.
Berbicara Negatif Tentang Perusahaan Sebelumnya
Tidak peduli seburuk apa pengalaman kamu di perusahaan sebelumnya, jangan pernah membicarakannya secara negatif saat interview. Interviewer akan berpikir kamu juga akan berbicara buruk tentang perusahaan mereka di masa depan.
Kalau ditanya alasan resign, sampaikan dengan cara yang positif. Misalnya saya mencari tantangan baru dan kesempatan untuk berkembang lebih jauh di bidang yang saya minati.
Tidak Menyiapkan Jawaban untuk Pertanyaan Umum
Beberapa pertanyaan interview hampir selalu muncul seperti ceritakan tentang diri kamu, apa kelebihan dan kekurangan kamu, dan dimana kamu melihat diri kamu 5 tahun ke depan. Tidak menyiapkan jawaban untuk pertanyaan standar ini menunjukkan kurangnya persiapan.
Latih jawaban kamu di depan cermin atau minta teman untuk melakukan simulasi interview. Jawaban yang terstruktur dan percaya diri menunjukkan profesionalisme.
Penampilan yang Tidak Sesuai
Penampilan adalah komunikasi non-verbal pertama yang dinilai. Berpakaian terlalu kasual untuk interview di perusahaan formal atau sebaliknya bisa mengurangi peluang kamu. Cari tahu dress code perusahaan dan sesuaikan penampilan kamu.
Kalau tidak yakin, lebih baik overdressed sedikit daripada underdressed. Pakaian rapi, bersih, dan profesional selalu menjadi pilihan aman.
Tidak Bertanya Balik kepada Interviewer
Di akhir interview biasanya ada kesempatan untuk bertanya. Menjawab tidak ada pertanyaan menunjukkan kurangnya ketertarikan terhadap posisi tersebut. Siapkan 2 sampai 3 pertanyaan yang menunjukkan antusiasme dan keingintahuan kamu.
Contoh pertanyaan yang baik antara lain bagaimana budaya kerja di tim ini, apa tantangan terbesar yang dihadapi di posisi ini, atau bagaimana perusahaan mendukung pengembangan karyawan.
Tidak Melakukan Follow Up Setelah Interview
Banyak kandidat yang lupa mengirim ucapan terima kasih setelah interview. Padahal follow up email sederhana yang mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan interview bisa membuat kamu lebih diingat dibanding kandidat lain.
Kirim email follow up dalam 24 jam setelah interview. Sampaikan apresiasi dan tegaskan kembali ketertarikan kamu pada posisi tersebut secara singkat.
Interview kerja bukan sekadar menjawab pertanyaan tapi juga menunjukkan siapa diri kamu sebagai profesional. Hindari kesalahan di atas dan persiapkan diri dengan matang agar peluang diterima semakin besar.
